Besuk Ryan Kok Susah Banget!

Sudah datang jauh-jauh dari Jombang untuk menemui sang jagal dari Jombang Very Idam
Henyansah alias Ryan, kakak tirinya Mulyo Wasis beserta istri, Winarti dan anak
bayinya yang masih berumur 10 bulan, Ifan akhirnya harus rela terlunta-lunta di
depan gedung tahanan Narkoba Polda Metro Jaya. Wasis dan keluarga tidak diijinkan
masuk kedalam tahanan oleh petugas piket tahanan.

Wasis dan keluarga tiba di Mapolda Metro Jaya sejak pukul 06.00 WIB dengan
menggunakan kereta. Sejak saat itu hingga ditemui wartawan pukul 11.30 WIB, dirinya
belum beranjak pergi. Sejumlah barang pun tergeletak begitu saja di emperan gedung
tersebut. Sesekali dia melirik handphone yang digenggamnya sedari tadi.

“Pak Kasman lagi di Bandung. Penyidik juga gak ada yang piket hari ini. Jenguk Ryan
kok repot banget harus minta ijin sana sini,” ujar Mulyo Wasis sambil mengotak-atik
telepon genggamnya.

Sejak di Jombang, Wasis sudah menghubungi pengacara Ryan, Kasman Sangaji untuk
menemui Ryan hari Sabtu (25/10). Namun Kasman tidak bisa menemui Wasis dan Kasman
menyarankan Wasis untuk menemui kuasa hukum Ryan yang lain, Nyoman Rai. Wasis
memutuskan untuk menginap di rumah Nyoman mengingat betapa besar biaya yang harus
dikeluarkan bila dirinya harus beristirahat di sebuah penginapan.

Dia harus mengeluarkan ongkos kereta sekali perjalanan ke Jakarta untuk berdua
sekitar Rp. 1,2 juta.  Namun begitu tiba di Jakarta, Nyoman pun ternyata sedang
tidak ada di tempat. Akhirnya, lelaki yang berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar
(SD) ini menunggu tiada kepastian. “Nanti saya akan ke rumah Pak Nyoman saja. Kita
juga disuruh besuk Ryan hari Senin saja,” ujar Wasis sambil mengajak bercanda putra
keempatnya.

Kasman pun bercerita hal yang serupa ketika dirinya membesuk Ryan beberapa waktu
lalu. Dia pernah tidur bersama tahanan lain di ruang piket Reskrimum Polda Metro
Jaya. Dia bahkan menghabiskan waktu di dalam kamar tahanan selama lima hari. Selama
itu, bahkan dia tidak bisa makan.

“Kasihan ngelihat yang lain nggak makan, jadi saya makan pun gak makan. Untungnya
penyidiknya baik, mau kasih saya tempat di situ,” ujarnya mengingat masa lalu.

Mendekati pukul 13.00 WIB Wasis tetap tidak mendapat ijin petugas untuk menjenguk
Ryan di dalam tahanan. Hujan pun turun membasahi kawasan Mapolda Metro Jaya.
Cipratan air mengenai kaki Wasis, namun dia tidak memperdulikannya. Si kecil Ifan
pun akhirnya terlelap tidur dalam pangkuan ibunya setelah diberi susu. Keringat
mengucur dari kepala Ifan. Sesekali dia pun menyeka keringat di kepala anaknya
tersebut.

“Ryan kangen sama Ifan. Makanya kami bawa aja,” ujar Wasis sambil menatap anaknya
penuh arti.

~ by cheeriopard on October 26, 2008.

Leave a Reply