Behind The Arrestment of The Tatoo Mutilator

•October 31, 2008 • Leave a Comment

Awak bus Mayasari Bhakti digegerkan oleh penemuan potongan tubuh yang diduga berjenis kelamin laki-laki dalam dua kantong keresek merah. Awak bus yang mengetahui hal tersebut langsung melaporkan ke pihak kepolisian.

Hari itu, Senin, 29 september 2008, sekitar pukul 17.00 WIB, awak bus Mayasari hendak mengsi bensin di sebuah pom bensin di Jalan Bekasi Raya Km 18, dikagetkan oleh penemuan potongan mayat yang berada di dalam kantong merah. Potongan tubuh yang dimasukkan ke dalam dua kantong merah itu berada dibawah jok kursi tiga, lima kursi dari belakang.

To be continued….

Penebar Paku Dibekuk

•October 26, 2008 • Leave a Comment
Penebar Paku Dibekuk

 Kawanan pelaku penebar paku yang sering meresahkan masyarakat khususnya pengendara kendaraan bermobil
akhirnya dibekuk aparat kepolisian. Pada Jum’at (25/10) malam, dua tersangka penebar paku ditangkap
di samping gedung Arco Landmark, Setiabudi, Jakarta Selatan. Dengan modus berpura-pura membantu korban, pelaku melakukan aksi pencurian harta benda milik korban 
Kedua tersangka tersebut bernama Masrizal (37) alias Heri dan Edy Supriatin (44)alias Martin sudah melakukan aksinya sebanyak empat kali di wilayah yang berbeda-beda. Beberapa lokasi yang dijadikan kegiatan kriminalnya diantaranya di kawasan depan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta Timur kemudian di kawasan PRJ Kemayoran dan Bungur, Jakarta Pusat. Di Jakarta Barat, di kawasan Kemanggisan juga sering dijadikan tempat beraksi kawanan tersebut.
 
Kelompok ini, dalam aksinya memasang paku diatas sandal dan disebar di jalan. Sasaran operasi mereka adalah mobil-mobil mewah. Ketika mobil melintas di jalan tersebut, mereka mulai beraksi dengan berpura-pura membantu korban dengan menambal ban kemps. Setelah pelaku berhasil mendekati korban. Ketika korban sedang lengah,salah satu pelaku mulai menjarah harta benda milik korban yang ada di dalam mobil.
 
Setelah berhasil mengambil barang korban, pelaku pun melarikan diri dengan sepeda motor yang sudah mereka siapkan. Dari hasil kejahatannya, pelaku berhasil merapas harta korban berupa handphone, uang tunai dengan total nilai puluhan juta, perhiasan serta laptop. “Kini mereka sudah kami amankan beserta barang bukti berupa paku yang ditempel di sandal, juga sepeda motor,” ujar Kasat Jatanras Reskrimum AKBP Fadhil Imran kepada wartawan, Minggu (26/10/2008).

Mortir Ditemukan di Selokan

•October 26, 2008 • Leave a Comment

Warga Kelurahan Pasar Manggir, Setiabudi, Jakarta Selatan dikejutkan oleh temuan mortir yang ditemukan oleh seorang pembersih selokan bernama Ade. Mengira mortir tersebut adalah barang rongsokan, Ade pun membawanya kedalam karung.

Mortir ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB di Jl. Unggaran Ujung Rt.03/05 Kel. Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta selatan. Mortir seberat 2,5 kg dengan panjang sekitar 25 cm ditemukan Ade ketika tengah membersihkan selokan di tempat lain di Jalan Gang Putri, Kelurahan Pasar Manggis, Jakarta Selatan.

“Kemudian mortir itu dibawa dia kesini (Jl. Unggaran Ujung). Dia bawa pakai karung,” ujar warga Jalan Unggaran, Saadi ketika dijumpai detikcom di tempat kejadian, Jl Unggaran, Kel. Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (26/10/2008).

Warga yang sedang ikut berseh-bersih kaget akan temuan tersebut. Mortir yang diperkirakan masih aktif tersebut berwarna hitam karena Lumpur. Warga pun langsung menghubungi pihak kepolisian.

Tiga jam kemudian, satu unit Tim Gegana Polda Metro Jaya tiba di lokasi kejadian. Tidak berapa lama, tim gegana pun langsung mengevakuasi mortir tersebut. Sedangkan penemu mortir, dibawa ke Polsek Setiabudi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Besuk Ryan Kok Susah Banget!

•October 26, 2008 • Leave a Comment
Sudah datang jauh-jauh dari Jombang untuk menemui sang jagal dari Jombang Very Idam
Henyansah alias Ryan, kakak tirinya Mulyo Wasis beserta istri, Winarti dan anak
bayinya yang masih berumur 10 bulan, Ifan akhirnya harus rela terlunta-lunta di
depan gedung tahanan Narkoba Polda Metro Jaya. Wasis dan keluarga tidak diijinkan
masuk kedalam tahanan oleh petugas piket tahanan.

Wasis dan keluarga tiba di Mapolda Metro Jaya sejak pukul 06.00 WIB dengan
menggunakan kereta. Sejak saat itu hingga ditemui wartawan pukul 11.30 WIB, dirinya
belum beranjak pergi. Sejumlah barang pun tergeletak begitu saja di emperan gedung
tersebut. Sesekali dia melirik handphone yang digenggamnya sedari tadi.

“Pak Kasman lagi di Bandung. Penyidik juga gak ada yang piket hari ini. Jenguk Ryan
kok repot banget harus minta ijin sana sini,” ujar Mulyo Wasis sambil mengotak-atik
telepon genggamnya.

Sejak di Jombang, Wasis sudah menghubungi pengacara Ryan, Kasman Sangaji untuk
menemui Ryan hari Sabtu (25/10). Namun Kasman tidak bisa menemui Wasis dan Kasman
menyarankan Wasis untuk menemui kuasa hukum Ryan yang lain, Nyoman Rai. Wasis
memutuskan untuk menginap di rumah Nyoman mengingat betapa besar biaya yang harus
dikeluarkan bila dirinya harus beristirahat di sebuah penginapan.

Dia harus mengeluarkan ongkos kereta sekali perjalanan ke Jakarta untuk berdua
sekitar Rp. 1,2 juta.  Namun begitu tiba di Jakarta, Nyoman pun ternyata sedang
tidak ada di tempat. Akhirnya, lelaki yang berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar
(SD) ini menunggu tiada kepastian. “Nanti saya akan ke rumah Pak Nyoman saja. Kita
juga disuruh besuk Ryan hari Senin saja,” ujar Wasis sambil mengajak bercanda putra
keempatnya.

Kasman pun bercerita hal yang serupa ketika dirinya membesuk Ryan beberapa waktu
lalu. Dia pernah tidur bersama tahanan lain di ruang piket Reskrimum Polda Metro
Jaya. Dia bahkan menghabiskan waktu di dalam kamar tahanan selama lima hari. Selama
itu, bahkan dia tidak bisa makan.

“Kasihan ngelihat yang lain nggak makan, jadi saya makan pun gak makan. Untungnya
penyidiknya baik, mau kasih saya tempat di situ,” ujarnya mengingat masa lalu.

Mendekati pukul 13.00 WIB Wasis tetap tidak mendapat ijin petugas untuk menjenguk
Ryan di dalam tahanan. Hujan pun turun membasahi kawasan Mapolda Metro Jaya.
Cipratan air mengenai kaki Wasis, namun dia tidak memperdulikannya. Si kecil Ifan
pun akhirnya terlelap tidur dalam pangkuan ibunya setelah diberi susu. Keringat
mengucur dari kepala Ifan. Sesekali dia pun menyeka keringat di kepala anaknya
tersebut.

“Ryan kangen sama Ifan. Makanya kami bawa aja,” ujar Wasis sambil menatap anaknya
penuh arti.

Tempat Sampah Kembali Dipasang di Jalan Protokol

•October 26, 2008 • Leave a Comment

Kalau sebelumnya, anda pengguna trotoar di sepanjang jalan Jend. Sudirman dan MH. Thamrin merasa kesulitan membuang sampah, kini anda tidak perlu susah mencari tempat sampah karena Pemprov DKI Jakarta telah memasangnya kembali. Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta mulai memasang tempat sampah tersebut karena mendapat teguran dari Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.

“Baru seminggu dipasang. Pak gubernur instruksikan agar dipasang kembali walaupun tidak banyak,” ujar Kepala Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta, Eko Bharuna ketika dihubungi detikcom, Minggu (26/10/2008).

Sampah dipisahkan antara yang kering dan yang basah. Tempat sampah yang berwarna biru dan oranye ini pun nampak mengkilap karena masih baru.Pemasangan tempat sampah ini juga tidak banyak. Pantauan detikcom di sepanjang jalur tersebut, tempat sampah hanya dipasang di halte pemberhentian bus.

Sementara itu, Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta sendiri berencana akan bekerjasama dengan pihak pengelola gedung yang beada di jalur tersebut, untuk penambahan kuantitas tempat sampah. Mengingat sering kali pihaknya kecolongan tempat sampah, Eko meminta agar nantinya pengelola gedung ikut bertanggung jawab atas tempat sampah.

“”Kita akan buat surat edaran ke pengelola gedung. Kami berharan agar pengelola gedung bersedia mengelola tempat sampah tersebut,” ujarnya.

Beberapa bulan terakhir ini, jalan protokol memang tidak dipasang tempat sampah. Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta beralasan karena sering hilang, pihaknya tidak mau memasang kembali tempat sampah tersebut.

Sungai dan Taman Akan Dipasang Juga

Sementara itu, Eko Bharuna mengatakan bahwa pihaknya akan memasang tempat sampah di taman dan sungai-sungai akan segera dipasangi tempat sampah. Hal tersebut diharapkan agar bisa menciptakan kebersihan lingkungan sekitar sungai yang sering kali dijadikan tempat pembuangan sampah. Setiap hujan turun tumpukan sampah di sungai menyebabkan banjir.

“Kita juga akan segera memasang disekitar sungai dan taman,” ujarnya.

Beberapa sungai yang mengalir di kawasan Pasar Rumput dan Dukuh Atas memang sudah dipasangi tempat sampah. Pinggiran sungai pun diperlebar dan ditanami bunga-bunga untuk mempercantik sungai tersebut.

“Kita juga minta atensi masyarakat agar sadar akan kebersihal lingkungan,” ujarnya.

Eko mengatakan, tanpa adanya partisipasi warga, kebersihan tidak akan tercipta, tidak hanya dari pemerintah saja. Eko pun akan segera merealisasikan programnya untuk memperbanyak tempat sampah dengan bekerja sama dengan pihak pengelola gedung di jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin.

Penculikan Mahasiswi Binus: Ibu Melina Datangi Paranormal

•October 24, 2008 • Leave a Comment

Sudah sepekan lebih Melina Herawati yang tercatat sebagai mahsiswi
Universitas Bina Nusantaratidak kunjung pulang ke rumahnya di Jatinegara.
Merasa penasaran, Liliana pun akhirnya datangi sejumlah paranormal untuk
mencari tahu nasib salah satu anak kembarnya tersebut.

“Kata paranormal anak saya disekap sama penculik,” ujar Liliana ketika
dihubungi oleh wartawan, Jum’at (24/10/2008).

Kemarin, Liliana mengaku mendapat teror lagi dari seorang lelaki yang diduga
pelaku penculikan dan meminta uang tebusan sebesar Rp 10 juta. Lilianan menduga
pelaku adalah orang Sumatera.

“Kata pembantu saya sih dari Sumatera. Logat-logatnya dari sana. Kasar begitu nadanya,”
ujar pengusana penyewaan truk pengangkut pasir ini.

Selain dari peranormal, Liliana mendapat keterangan dari keponakannya,
Yusak yang semakin menguatkan dugaan kalau anaknya berada dalam tangan penculik.
Dalam pembicaraan lewat handphone yang berlangsung singkat tersebut, Melina mengatakan
bahwa dia disekap dan dicekoki obat.

“Saya takut anak saya nanti malah over dosis,” ujarnya sambil terisak

Semakin khawatir akan keselamatan anaknya tersebut, Liliana kembali
mendatangi Polres Jakarta Timur untuk meminta bantuan. Kini, dia mendapat
pelayanan yang baik dari polisi setelah meyakinkan polisi kalau dia selama ini diteror.

Hassan Basri Kembali Pulang, Polisi Kegelapan

•October 20, 2008 • Leave a Comment

Penyelidikan terhadap kasus mutilasi yang ditemukan akhir September lalu di bus Mayasari Bhakti jurusan
Kalideres-Pulogadung belum juga menemukan titik terang. Apalagi dengan kembalinya Hassan Basri, orang yang selama ini diduga sebagai
korban mutilasi ke rumahnya di Bekasi, menjadikan polisi semakin susah mengungkap siapa pelaku mutilasi
tersebut.

“Belum ada perkembangan lagi. Dari awal juga kita sudah menduga dia bukan korbannya. Dari ciri-cirinya
saja sudah lain,” ujar Kanit I Satuan Jatanras Polda Metro Jaya, Kompol Jarius Saragih
ketika dihubungi wartawan, Selasa (20/10/2008).

Namun menurutnya, polisi masih terus melakukan identifikasi terhadap korban. Upaya penelusuran ke
berbagai tempat yang terkait dengan kasus mutilasi pun masih terus dilakukan.

“Kita sudah menelusuri dari Kalideres ke Pulogadung, juga ke tempat-tempat pengobatan tradisional,”
ujar Saragih.

Selain itu, polisi juga masih membuka call center untuk menerima pelaporan kehilangan anggota keluarga
yang memiliki ciri-ciri seperti korban mutilasi. Namun sejauh ini, polisi belum mendapat pelapor yang
signifikan.

“Malah yang tanyakan ciri-ciri yang banyak,” pungkasnya.

Calls From Serial Killer

•October 20, 2008 • Leave a Comment

* I apologize, you cannot log this articles yet until the investigation succeed. Thank you for your attention *

Mutilasi di Bus Mayasari, Korban Jalani Pengobatan Tertentu

•October 8, 2008 • Leave a Comment

E. Mei Amelia Rachmat – detikNews

Jakarta – Identitas korban mutilasi yang 13 potongan tubuhnya ditemukan di bus Mayasari Bhakti terus diselidiki. Korban diduga mempunyai kebiasaan menggunakan pengobatan tertentu.

Seperti apa pengobatan tertentu itu apakah berupa pengobatan alternatif seperti akupuntur dan pijat refleksi, polisi belum mau membeberkannya.

“Nanti kita akan dalami. Ketika ada keluarga korban yang memahami hal ini. Kita sedang kembangkan,” kata Kasat Jatanras Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Fadhil Imron, dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (8/10/2008).

Jajaran Polda Metro sebelumnya menggelar gelar perkara di ruang Reskrimum Polda Metro Jaya sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.

Ketika ditanya mengenai Hassan Basri yang dilaporkan hilang oleh keluarganya, Fadhil memastikan hal itu masih diselidiki.

“Sampai saat ini keluarga yang sudah melapor ada 2. Nanti kita lihat seberapa signifikan untuk dilakukan pemeriksaan. Tentunya dengan proses-proses seleksi untuk bisa dilakukan pemeriksaan,” papar dia.

13 Potongan tubuh yang dikemas dalam 2 kantong warna merah ditemukan di dalam bus Mayasari Bhakti pada Senin 29 September 2008. Korban mutilasi itu diduga dibuang oleh seorang wanita. Salah satu ciri yang dikenali, korban punya tato bergambar macan di lengannya.(aan/iy)

Mutilasi di Bus Mayasari, Korban Tingginya 170 cm, Ukuran Sepatu 40 Lebih

•October 8, 2008 • Leave a Comment

E Mei Amelia R – detikNew

Jakarta – Identifikasi korban mutilasi mulai terkuak. Korban diduga pria dewasa karena sudah disunat, tinggi 170 cm, kulit sawo matang dan nomor sepatu di atas 40.

Demikian hasil otopsi yang disampaikan ahli forensik dari RSCM dr Mun’im dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (8/10/2008).

Mun’im tampak didampingi Kasat Jatanras Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Fadhil Imron dan Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Kombes Pol Agus Prayitno.

“Usia kita tidak bisa tentukan karena harus dilihat dari tengkorak dan gigi,” kata Mun’im.

Menurut dia, tahapan selanjutnya yang akan dilakukan yakni tahapan
pemeriksaan darah. “Tunggu 1-2 hari. Sampel sudah disiapkan jika diperlukan tes DNA,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Kombes Pol Agus Prayitno menambahkan dari hasil tes darah akan ditentukan golongan darahnya.

“Baru dari situ kita akan selektif golongan darah yang sama dan ciri-ciri lain yang sama, baru tes DNA,” kata Agus.

Dikatakan dia, tidak ada identifikasi lain selain tes DNA. Sebab, tidak ada sidik jari dan kepala. “Kita akan selektif antara keluarga korban yang mengaku dan korban,” imbuh Agus.

13 Potongan tubuh yang dikemas dalam 2 kantong warna merah ditemukan di dalam bus Mayasari Bhakti pada Senin 29 September 2008. Korban mutilasi itu diduga dibuang oleh seorang wanita.(aan/nrl)

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.